Sir Alex Ferguson

Manchester United Terguncang Begitu Ditinggal Sir Alex Ferugon

Diposting pada

Eks bek Manchester United Rafael da silva mengklaim kepergian pensiunnya Sir Alex Ferguson menciptakan klub terguncang dan sampai ketika ini mereka tetap belum dapat pulih dari kondisi tersebut.

Ferguson menangani Setan Merah mulai tahun 1986. Ia sukses membuat United mendominasi kompetisi dalam negeri di Inggris.

Pada kesudahannya Ferguson juga sukses meraih apa yang ia cita-citakan. Ia menciptakan United sukses mendepak Liverpool dari singgasananya sebagai klub tersukses di Inggris.

Ferguson lantas menyatakan pensiun pada tahun 2013. Pasca kepergian manajer asal Skotlandia itu, prestasi MU terjun bebas. Mereka kendala untuk berlomba dengan tim-tim besar EPL lainnya guna meraih gelar juara liga.

MU Terguncang

Sir Alex Ferguson menunkangi Manchester United sekitar 29 tahun. Dengan durasi tersebut dan dengan kesuksesan yang diraihnya, pasti saja ia mempunyai pengaruh besar untuk Setan Merah.

Sayangnya, saat ia pergi ia meninggalkan lubang besar di klub MU. Rafael da Silva menuliskan semua orang di Old Trafford terguncang dengan keputusan Ferguson dan efeknya kelihatannya terus terasa sampai ketika ini.

“Ketika ia pergi tersebut mengejutkan seluruh orang,” ucap Rafael untuk ESPN.

“Baginya tersebut bagus sebab ia pergi setelah melalui Liverpool guna mendapatkan gelar terbanyak, namun saya hendak ia tetap tinggal sekitar tiga atau empat tahun lagi. Itu benar-benar mengejutkan, tidak saja untuk saya namun untuk seluruh pemain,” ungkapnya.

“Banyak urusan terjadi [setelah itu]. Ia bermukim untuk masa-masa yang paling lama dengan struktur dan orang-orang yang sama. Kemudian manajer baru datang dan apa yang bakal ia lakukan? Berapa tidak sedikit orang yang ia bawa? Apa yang bakal ia ubah sesudah kemenangan 27 tahun? Sulit saat seorang lelaki datang dan laksana itu.”

Bimbingan Ferguson

Rafael da Silva direkrut oleh Sir Alex Ferguson pada tahun 2008. Bek asal Brasil ini lantas membeberkan bahwa Ferguson tidak jarang kali melindunginya dan membimbingnya menjadi seorang pemain yang lebih profesional.

“Semua orang tahu mengenai mentalitas kemenangannya, namun ia ialah orang yang menolong semua orang. Tapi tidak melulu membantu mengerjakan hal-hal yang baik sepanjang waktu, pun* memberi tahu mereka teknik untuk mengerjakan sesuatu. Ia melakukan tersebut dengan saya dan kakak saya [Fabio] berkali-kali,” kenangnya.

“Ia tidak tidak sedikit berbicara dengan kami sebab kami orang yang pendiam. Kami tidak melakukan tidak sedikit hal konyol tetapi saat kami melakukannya ia bakal memberi tahu kami,” sambungnya.

“Saya ingat sebuah kali, saya mulai menyukai pacu kuda. Kami pergi ke balapan kuda di Liverpool. Hari berikutnya ia tahu kami pergi ke sana dan ia memanggil saya dan saudara saya ke kantornya dan ia berkata, ‘Lihat, saya tahu kita pergi ke pacu kuda, kita tahu ke mana kita pergi?’ Kami berkata: ‘Itu di Liverpool dan ia melulu berkata, ‘Hati-hati ke mana kita pergi.’ Kami tidak melakukan tidak sedikit hal konyol namun ia hendak memberi tahu kami guna berhati-hati dengan apa yang kami kerjakan dan ke mana kita pergi.”

Sumber : ESPN Indonesia