Donny van de Beek
Donny van de Beek merayakan golnya ke gawang Juventus pada perempat final Liga Champions

Donny van de Beek, Mengapa MU dan Real Madrid Tergoda Membelinya?

Diposting pada

Donny van de Beek akan menjadi topik panas pada bursa transfer musim 2020/2021. Sebab, pihak Ajax Amsterdam mengkonfirmasi sang gelandang boleh pindah ke klub beda pada musim depan.

Direktur Ajax Amsterdam, Edwin van der Sar, meyakinkan ada sejumlah pemain yang dapat pindah musim depan. Sebenarnya, mereka hendak pindah mula musim 2019/2020, namun klub menyangga untuk satu musim lagi.

“Tahun lalu, kami menciptakan kesepakatan verbal dengan Andre Onana, Nicolas Tagliafico, Donny van de Beek guna bertahan satu musim lagi, dan lantas kami bakal saling menolong dan mencari tahapan berikutnya bikin karir mereka,” ujar Van der Sar untuk Reuters.

“Tidak terdapat yang berubah. Takkan terdapat diskon 50 persen. Klub lain dapat melupakan itu,” lanjutnya.

Mengapa Donny van de Beek Mempesona Klub Besar?

Donny van de Beek bisa jadi besar bakal pindah dari Ajax. Sebab, ada tidak sedikit klub tertarik pada pemain 22 tahun. Real Madrid dan Manchester United berada di deretan depan. Lalu, terdapat Tottenham yang antre di belakangnya.

“Donny van de Beek punya keterampilan bermain di posisi mana saja di lini tengah,” ucap jurnalis Sky Sports, Charlotte Marsh.

Fleksibilitas, menurut keterangan dari Charlotte Marsh, menjadi kekuatan utama Donny van de Beek. Dia punya keterampilan yang sama bagusnya ketika bertahan dan menyerang. Van de Beek dapat mencetak gol, memberi assist, dan memutus serangan lawan.

“Dia paling vital sebagai penghubung pertahanan ke penyerangan. Dia beranggapan lebih menyerang dibanding gelandang lain. Bahkan dia punya bakat alam guna* bergerak laksana penyerang dan mengelabuhi bek-bek tangguh,” sambung Charlotte Marsh.

“Dengan versatile-nya yang luar biasa, Van de Beek bisa beroperasi dalam peran sentral atau menyerang dan telah dicerminkan sebagai gelandang box-to-box klasik,” imbuhnya.

Kontribusi Bertahan

Donny van de Beek sudah memainkan 94 laga bareng Ajax, dengan 27 gol dan 24 assist. Kontribusi menyerangnya paling bagus. Akan tetapi, pemain kunci di lini timnas Belanda tersebut juga punya keterampilan bertahan yang bagus.

“Berdasarkan keterangan dari WhoScored, Van de Beek menciptakan rata-rata dua tekel per laga di Eredivisie, tertinggi keempat dalam skuad Ajax, dan dapat menolong dalam peran yang lebih defensif ketika dibutuhkan,” ulas Charlotte Marsh.

“Dengan sepak bola yang kacau sebab pandemi virus corona, masa mendatang untuk Van de Beek tidak pasti. Tetapi, laksana mantan teman setim Ajax yaitu Matthijs De Ligt dan Frenkie De Jong, andai ia hendak menguji dirinya di lokasi lain, dia tidak bakal* ada kelemahan pelamar,” tutup Charlotte Marsh.

Sumber: Sky Sports