louis van gaal

10 Pemain Muda di Jaman Louis Van Gaal

Diposting pada

Manchester – Setelah memecat David Moyes di penghujung musim 2013/2014, Manchester United tidak kesulitan menemukan penggantinya. Mereka menunjuk sosok Louis van Gaal yang pada saat itu menangani Timnas Belanda.

Pelatih yang memiliki julukan ‘The Iron Tulip’ itu resmi menangani Setan Merah setelah gelaran Piala Dunia 2014 selesai. Pada saat itu ia berhasil membawa Die Oranje menjadi juara tiga turnamen bergengsi tersebut.

Namun dua tahun karir Van Gaal di United tidak berjalan semulus saat ia menangani Timnas Belanda. Ia banyak dikritik karena memainkan sepakbola yang ‘membosankan’ di United.

Meski begitu, Sang Meneer membuat sejumlah prestasi bersama MU. Yang pertama adalah ia menghadirkan trofi juara pertama Setan Merah pasca kepergian Sir Alex Ferguson dengan memenangkan FA Cup musim 2015/2016.

Selain itu Van Gaal memiliki kegemaran untuk mengorbitkan pemain muda. Ada banyak pemain muda yang ia beri kesempatan untuk tampil di tim senior United.

Jesse Lingard

Membela Manchester United sejak ia masih kecil, Lingard pertama kali dilibatkan di tim utama MU di era David Moyes. Namun itu sebatas bermain di pra musim saja, sementara Louis van Gaal adalah yang memberikan debut kompetitifnya di MU.

Ia menjadi starter di laga perdana EPL melawan Swansea City, namun ia hanya bermain selama 24 menit karena cedera. Seusai pulih dari cedera, ia dipinjamkan le Derby County hingga akhir musim.

Di musim 2015/16 peruntungan Lingard membaik di mana ia bermain sebanyak 40 kali bagi Setan Merah di semua kompetisi. Dua musim berikutnya ia semakin dipercaya oleh Jose Mourinho di skuat MU.

Namun sayang di musim 2018/2019 ia mulai rentan cedera dan performanya menjadi angin-anginan, sehingga ia lebih banyak duduk di bangku cadangan MU hingga hari ini.

Marcus Rashford

Salah satu peninggalan terbesar Louis van Gaal bagi Manchester United saat ia memberikan debut kepada Marcus Rashford.

Pada saat itu Manchester United tengah mengalami badai cedera, dan Rashford yang masih bermain di tim muda MU turut dibawa melawan Midtjylland di pertandingan Liga Europa. Pada saat itu Anthony Martial yang harusnya menjadi starter mengalami cedera saat pemanasan dan Rashford dipercaya menjadi starter.

Di laga itu, Rashford menandai debutnya di tim senior MU dengan dua gol. Sejak saat itu karirnya terus menanjak dan berkembang menjadi bomber andalan MU. Kerap jadi penghuni bangku cadangan di era Jose Mourinho, namun sang pemuda kini menjadi andalan penuh Ole Gunnar Solskjaer di sisi kiri serangan Setan Merah.

Tyler Blackett

Blackett merupakan salah satu pemain muda yang dibawa Van Gaal di tur pra musim perdananya di MU. Ia membuat sang pelatih terkesan setelah tampil apik melawan Valencia.

Dengan minimnya stok bek di skuat MU, Blackett diberi kesempatan untuk tampil reguler di tim senior MU. Ia mendapatkan debut kompetitifnya kontra Swansea City. Namun karena performanya yang tidak kunjung stabil, Van Gaal meminjamkannya ke Celtic.

Pada tahun 2016 ia dilepaskan secara permanen ke Reading, di mana ia berada dalam asuhan mantan bek top Manchester United, Jaap Stam, kendati Stam hanya bertahan dua musim di tim Championship tersebut.

Andreas Pereira

Pemain muda lain yang mencicipi manisnya bermain di tim utama Manchester United pada era Louis van Gaal adalah Andreas Pereira.

Bersinar di tim U-21 United, Pereira diberikan kesempatan untuk debut saat MU menghadapi MK Dons. Ia baru mendapatkan kesempatan lagi pada musim 2015/16, di mana ia bermain 11 kali di tim senior MU.

Dua musim berikutnya ia dipinjamkan ke Granda dan Valencia, dan pada musim 2018/2019 ia diminta bertahan oleh Jose Mourinho kendati ia tidak banyak bermain. Sementara musim ini, ia diberi kesempatan untuk tampil lebih banyak oleh Ole Gunnar Solskjaer kendati performanya masih kerap naik turun.

Saidy Janko

Pertandingan melawan MK Dons merupakan gerbang bagi Van Gaal mengorbitkan banyak pemain muda. Salah satunya adalah bek kanan, Saidy Janko.

Janko yang berasal dari Swiss dinobatkan sebagai pemain cadangan terbaik di musim 2013/2014. Namun karena MU kalah dari MK Dons di ajang Carabao Cup membuat Van Gaal tidak mempercayai jasa sang bek lagi.

Janko sempat dipinjamkan ke Bolton Wanderers sebelum pada tahun 2015 ia dilepas secara permanen ke Celtic. Saat ini ia memperkuat klub Swiss, Young Boys dengan status peminjaman dari FC Porto.

Guillermo Varela

Nama Guillermo Varela merupakan salah satu pemain peninggalan David Moyes. Didatangkan dari Penarol, Varela harus menunggu dua musim untuk mendapatkan kesempatan di tim utama MU setelah sempat dipinjam Zinedine Zidane di tim Castilla Real Madrid.

Ia kemudian mendapatkan debutnya pada tanggal 5 Desember 2015, pada laga kontra West Ham di ajang EPL. Setelah itu ia diberi kesempatan 10 kali lagi kesempatan untuk unjuk gigi di skuat Setan Merah.

Namun sayang sang bek gagal mencuri hati Van Gaal sehingga ia dipinjamkan ke Eintracht Frankfurt selama satu musim sebelum dipulangkan ke Penarol pada tahun 2017.

Paddy McNair

Ketika Louis van Gaal mengambil alih Manchester United, ia mengalami krisis yang cukup parah. Sejumlah pemain kuncinya terutama di pemain bertahannya banyak yang cedera sehingga ia harus mengorbitkan sejumlah pemain muda.

Salah satu nama yang diorbitkan Van Gaal adalah Paddy McNair. Sang bek mendapatkan kesempatan bermain yang cukup banyak di mana ia tercatat mengantongi 27 penampilan bersama Setan Merah di dua musim perdananya di MU.

Namun pada tahun 2016 ia memutuskan hengkang ke Sunderland setelah ia tidak masuk dalam rencana Jose Mourinho yang menjadi pengganti Louis van Gaal.

Cameron Borthwick-Jackson

Krisis cedera di lini pertahanan Manchester United tidak membaik di musim kedua Louis van Gaal. Itulah mengapa ia mengorbitkan satu bek muda lagi, yaitu Cameron Borthwick Jackson.

Ia mendapatkan laga debutnya saat menggantikan Marcos Rojo pada laga kontra West Bromwich Albion. Di musim itu, ia mengantongi total 14 penampilan bagi Setan Merah di semua kompetisi.

Namun sejak era Jose Mourinho, Borthwick-Jackson tidak mendapatkan tempat di skuat senior MU. Ia terus dipinjamkan sejumlah klub dan yang terbaru ia memperkuat tim League Two, Oldham Athletic.

Timothy Fosu-Mensah

Di paruh kedua musim 2015/16, Louis van Gaal lagi-lagi mendebutkan satu bek muda. Bek muda itu berasal dari Belanda dan benama Timothy Fosu-Mensah.

Bergabung dari Ajax di tahun 2014, Fosu-Mensah dengan cepat menembus tim junior United. Ia dipercaya masuk ke tim senior MU dan mendapatkan debutnya melawan Arsenal setelah menggantikan Marcos Rojo.

Musim itu ia diberi kesempatan sebanyak 10 kali membela United. Di musim pertama Mourinho, ia diberikan 11 kali kesempatan unjuk gigi di skuat MU. Namun ia gagal membuat sang manajer terkesan sehingga di musim 2017-2018 ia dipinjamkan ke Crystal Palace, dan musim berikutnya ia dipinjamkan ke Fulham.

Peminjamannya di Fulham berakhir lebih cepat karena ia mengalami cedera lutut yang parah. Ia baru saja sembuh dari cederanya dan menunggu kesempatan untuk tampil di skuat Ole Gunnar Solskjaer.

Donald Love

Salah satu pemuda terakhir yang sempat diorbitkan oleh Louis van Gaal di MU adalah Donald Love.

Membela United sejak berusia tujuh tahun, karir Love di MU tidak berjalan mulus. Ia baru mencicip tim senior MU di tahun 2016 silam saat menggantikan Matteo Darmian yang cedera pada laga kontra Sunderland. Ia mendapatkan kesempatan keduanya ketika menghadapi Mitdjylland.

Pada musim panas 2016 ia memutuskan hengkang dari United untuk bergabung dengan Sunderland. Namun karirnya tidak berjalan mulus di Stadium of Light sehingga pada tahun 2019 ia pindah ke Shrewsburry Town.

Sumber : bola.com